spot_imgspot_img

The Trap of Trade-Off

Dalam ilmu ekonomi bisnis ataupun operasional kita mungkin pernah mendengar yang namanya trade off, yaitu sebuah kondisi untuk melakukan pengambilan keputusan tertentu antara menambah suatu produktivitas tertentu dengan cara mengurangi produktivitas yang lainnya. Dalam fase ini pengambilan keputusan berada ditengah posisi, tarik menarik satu sama lainnya, mana posisi terbaik untuk mencapai sebuah keberhasilan bersama?

Contohnya seperti ini : Kita ingin ngebut saat berkendara, mungkin waktu kita akan lebih singkat atau dalam hal ini bertambah lebih cepat sampai ke tujuan (produktif), tapi kita perlu tahu ada sisi lain yang berkurang apa itu? keselamatan kita berkurang. Tapi sebaliknya, jika kita ingin menambah keselamatan maka kurangilah kecepatannya, this is trade-off.

Ada sebuah kondisi diantara kedua itu “memilah dan memilih”, posisi yang butuh ketepatan tapi juga perlu tahu apa yang terjadi ketika kita memutuskan hal tersebut, sedangkan kita juga perlu tahu benar-benar apa prioritas yang saat ini harus dipilih untuk mengambil keputusan itu.

Termasuk dalam bisnis, ada banyak hal idea dan inovasi, atau apapun yang bisa menjadi pilihan untu melaju. Terlepas dalam fase akhir tahun dan mengawali tahun hampir semua pemangku kebijakan perusahaan akan melakukan evaluasi kesalahan apa yang telah dilakukan ditahun sebelumnya dan tidak menjadikan itu terjadi lagi ditahun 2023. Evaluasi menjadi sangat penting, karena waktu tidak akan pernah kembali dan waktu juga terus berjalan, hal terbaik adalah menjadi produktif dengan waktu yang ada dan mencapainya dengan kondisi yang baik-baik saja, artinya produktivitas naik dan juga selamat (dalam kasus berkendara diatas).

Trade-off menjadi PR sendiri bagi bisnis, karena mereka perlu tahu mana yang lebih penting, diantara semua yang terpenting. Harusnya semua itu bisa dilihat dengan data, kalkulasi dan kepastikan. Namun, nyatanya ada hal-hal yang tidak bisa direncakan dan dilakukan dengan pasti sesuai dengan harapan. Maka itu trade-off masuk dalam daftar strategi dan manajemen operasional yang lebih ke arah membantu kebijakan. Memang, akhirnya kita perlu terus belajar untuk tahu dan terlatih, bisa membaca sebuah kebijakan tanpa berhitung “sense of feeling” ini butuh latihan, sayangnya tidak semua latihan menyenangkan, terkadang kita harus tidak berhasil dulu untuk tahu, bahwa apa yang kita lakukan kemarin adalah keputusan yang salah.

Dan sekarang, waktunya mobil yang masuk ke pinggir jalan dengan kecepatan tinggi itu harus bisa shifting dan kembali ke jalan toll yang seharusnya, butuh waktu untuk menggerakan kemudi berbelok ke kanan. dan memaksa kemudi agar bisa melaju dijalur yang sesuai.

M. Nahrowi

Get in Touch

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

Related Articles

spot_img

Get in Touch

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Posts