Ini adalah tentang cara manusia berkomunikasi satu sama lainnya, apakah orang asing menerima kita masuk untuk menjadi bagian dari kehidupan mereka?
Dalam sesi ini, saya mencoba menulis sekaligus merangkum apa yang saya dapat mengenai sedikit mengenai permission marketing, dalam kaitan customer-sales atau hal lainnya yang berkaitan dengan marketing. Hanya saja, media untuk melakukan permission marketing hanya menggunakan WhatsApp / Chat.
Dalam dunia sales yang sangat erat dengan customer, ini menjadi hal penting untuk membantu kita berkomunikasi terhadap customer yang hampir semua adalah orang asing. Orang asing yang datang kebisnis kita, mereka pada dasarnya mencari sebuah solusi dari permasalahan mereka, tapi ketika mereka menemukan jawaban masalah mereka ada pada kita, belum tentu mereka akan mengizinkan kita menjadi pilihan mereka untuk membeli, kenapa? Karena mereka belum mengenal kita, permission marketing membantu kita untuk berkenalan dengan mereka.
Kita tahu bukan, era sosial media dan digital menjadi sangat riuh dan berisik dengan pemasaran dan aktivasinya, setiap hari kita dipertontonkan dengan banyak story, iklan, hingga apapun yang kita lihat di linimasa kita melalui sosial media. Tapi, apakah kita semua benar-benar memperhatikan setiap cerita mereka? bayangkan jika kita melihat hampir 100 lini masa setiap pagi, tentu kita secara langsung hanya sekilas saja, kita akan benar-benar memperhatikan sesuatu jika itu membuat kita tertarik “attention”. Hampir semua influencer, semua pengguna sosial media mencari sebuah attention/perhatian melalui sosial media. Entah mereka update status, mereka bercerita, mereka memberitahukan sesuatu yang mereka temui dan hal lainnya. Pada dasarnya, mereka mencari sebuah “Perhatian”.
Mereka tidak sendiri, ada jutaan orang melakukan hal yang sama, dengan cara yang berbeda-beda, pertanyaanya siapa yang membuat kita tertarik dan masuk menjadi bagian dari cerita kita hari ini? jawabannya adalah “mereka yang menyampaikan sesuatu dan itu inline dengan apa yang kita alami hari ini”. Apa contohnya?
Bagaimana hari anda dan keluarga? Bagaimana bisnis anda saat ini? Apakah ada hal yang bisa kami bantu? Semoga semua dalam keadaan baik. Kami melihat beberapa hal tentang permasalahan anda, kami pernah melaluinya, barangkali kami bisa membagikan cerita kami kepada anda, atau mungkin ada yang mau anda ceritakan kepada kami?
Saya tahu anda sibuk, dalam hingar bingar hari anda, saya akan menanyakan 1 hal terhadap anda.
Kita bisa lihat, bahwa saat semua orang sedang sibuk mencari perhatian, hinggar bingar dan ramai dalam sebuah kelompok, kita bisa lebih santun dengan menanyakan hal sederhana yang bisa menghentikan sejenak waktu mereka untuk memperhatikan kita. Kita bisa bayangkan, jika kita punya ratusan chat setiap hari di ponsel kita dan semuanya mungkin punya kepentingan masing-masing mendesak, chat mana yang akan mereka perdulikan? [jawabannya akan saya tulis diworkshop session]
Faktanya, hampir semua orang suka diperhatikan, didengar dan dipahami masalahnya, namun kebanyakan sosial media menceritakan apa yang mereka alami sendiri “selfies” dengan tujuan adalah meminta attention, meskipun tidak sedikit juga yang justru melakukan sebaliknya yaitu mencoba untuk memberikan sesuatu yang mungkin bisa mengatasi masalah orang-orang yang melihatnya. Itu yang terjadi pada sisi customer, mereka sama halnya seperti kita, punya banyak aktivitas dan banyak hal yang harus dilakukan. Saat kita sedang memposisikan diri sebagai seorang yang ingin memberikan solusi terhadap customer, justru fokus kita tidak pada product kita, hingga lupa bahwa sebenarnya siapa yang ingin kita bantu? kita berbicara kesana kemari mengenai kelebihan product kita, itu memang penting, namun kita lihat analogi diatas ada banyak orang melakukan hal yang sama dan kita akan menjadi angin lalu bagi mereka, tidak ada kesan dan hilang begitu saja.
Kita perlu tahu, fokus utama kita adalah masalah apa yang sedang customer alami, itu menjadi penting karena tujuan dari permission marketing adalah menjadi andil-bagian-peran, apakah bisnis kita bisa menjadi bagian “andil” untuk membantu sebuah keluarga yang sedang merintis bisnis? Dan dengan adanya kita hadir, maka bisnis mereka lebih baik lagi, bertumbuh, anak-anaknya bisa sekolah dan punya hidup lebih baik? Apakah kita berpikir sejauh itu tentang customer kita?
Semua orang berharap, semua orang punya harapan dan ingin lebih baik. Dan jika kita bisa membantu mewujudkan harapan seseorang terwujud, itu menjadi berkah tersendiri.
Pada dasarnya permission marketing menekankan bukan tentang bagaimana kita mencari perhatian kepada banyak orang untuk sekedar menjual-beli, ini adalah tentang apakah kita layak untuk menjadi bagian dari mereka? Permission marketing menekankan tentang perduli dengan apa yang orang rasakan dan alami, lalu kita mencoba memahami apa yang menjadi permasalahan mereka, memang tidak semua permasalahan kita bisa selesaikan, namun pada kasus ini [bisnis] kita bisa memulai dengan mendengarkan mereka dan empathy. Dan pada akhirnya permission marketing tentang kepedulian kita terhadap sesama manusia yang saling membantu dengan solusi masing-masing.
Terlepas kedepannya apakah itu berhasil atau tidak, setidaknya dalam proses tersebut kita sudah menjadi bagian dari permasalahan itu, menjadi bagian dari mereka dan jika mereka merasa terbantu dengan kehadiran kita itu sudah jadi bagian dari proses permission marketing yang baik.
Salam, M. Nahrowi





