This Content Is Only For Subscribers
Saya menulis diwebsite baru dengan sub domain think.nahrowi.com, hanya mencoba untuk menulis tanpa ada tendensi apapun pada tulisan saya kali ini. Berbeda dengan beberapa tulisan lainnya, hampir semua adalah mengenai komersil bisnis dan beberapa insight yang bertujuan untuk dipelajari kembali.
Saya suka menulis? Tidak, sebenarnya semua tulisan itu adalah catatan, yang saya catat dari berbagai pertemuan orang baru, buku baru, hal baru yang saya tidak ingin melewatkan itu, barangkali bisa saya pelajari kembali. Ada satu kutipan favorit saya untuk mendasari kenapa harus terus menulis. yaitu kalimat dari Sayyidina Ali bin abi thalib RA, begini kalimatnya :
Ilmu itu ibarat hewan buruan, sedangkan menulis adalah tali pengikatnya. Maka itu, ikatlah ilmu dengan cara menuliskannya.
apakah bijak, jika kamu sulit mencari hewan buruan, lalu ketika dia dapat kau melepaskannya begitu saja?
Ya, kalimat itu cukup melekat yang membuat motivasi sendiri bahwa kenapa harus terus menulis, mungkin sampai kapanpun, saya terus menulis.
Saya sangat menyukai dunia teknologi dan entrepreneurship, khususnya semangat untuk membuat hal-hal yang baru dan terus bergerak kedepan. Meskipun yang saya tahu ada banyak tipe entrepreneur yang bisa kita kelompokkan lagi. Hanya saja, mengutip dari tokoh idola saya : pak hermawan kartajaya, beliau berkata waktu itu bahwa jika kita ingin terus hidup “jiwanya” teruslah berinovasi, buat sesuatu yang baru, tapi untuk membuat sesuatu yang baru harus didasari oleh dua hal, apa itu?
semangat untuk terus bergerak dan berubah mengikuti perkembangan ilmu dan jaman. Dan, terus menciptakan hal-hal yang baru dengan sebuah pertanyaan evaluasi setiap kurun waktu tertentu. Contohnya : Apa lagi ya? buat ide apa lagi ya? apakah ada sesuatu yang bisa kita bangun?
Kalimat sederhana itu, men-trigger untuk menciptakan hal-hal baru, dan kebanyakan hal baru itu tercipta karena sebuah “problem“. Sehingga, jika kita ingin menciptakan inovasi baru, carilah lewat sebuah masalah, lalu tanya lagi apakah masalah itu cukup banyak dialami oleh orang lain? carilah masalah dan disitulah kamu akan dituntut untuk belajar, stress, pressure untuk apa? menemukan solusinya, akhirnya menjadi pembelajar dan terbiasa problem solver.
Tapi, ini seperti paradoks, kita mencari masalah itu sendiri, lalu kita pusing sendiri, lalu kita mencari solusinya dan solusi itu untuk membantu banyak orang yang lainnya. Terkadang ini membuang banyak waktu, dan alasan kenapa kita harus melakukan ini?
Ya, lagi-lagi ada kesimpulan akhirnya, entrepreneur mindset memang berbeda, mereka dilatih untuk mencari kesulitan, lalu mencari solusinya dan tidak semua solusi berhasil juga, yang berhasil itu yang akhirnya menjadi sebuah bisnis baru. Artinya apa? untuk menciptakan bisnis baru, sebenarnya dibaliknya ada puluhan kegagalan beruntun, yang melewati proses pengujian, validasi sampai akhirnya its works! apa itu works? yaitu sebuah fase kegembiraan dimana bisnis yang berawal dari masalah diatas, mendapatkan customer pertama dan pastikan customer tersebut belum pernah kenal siapa anda. Kita tidak bisa mengukur dengan jelas bagaimana kita bisa melayani customer kita. Berbeda jika customer tersebut tidak kenal siapa kita, orang asing yang memang percaya dengan kita untuk membeli kepada kita. Kita akan ikuti bagaimana prosesnya, apakah dia puas? apakah dia kecewa? jika kecewa yang mana yang membuat dia kecewa? kita evaluasi dan sampai dititik dimana mereka happy. Hal itu butuh waktu dan pengulangan berkali-kali, sampai menemukan polanya.
Membuat sesuatu yang baru, yang belum pernah ada dan lahirnya dari imajinasi untuk direalisasikan adalah kegembiraan tersendiri, tapi yang membuat puas adalah ketika imajinasi itu digunakan oleh orang lain dan bermanfaat dan berdampak untuk mereka.
Hampir beberapa bulan ini, kami menghabiskan banyak waktu untuk membuat ide-ide baru terjadi, bukan hanya ide tapi mencetaknya menjadi bisnis baru lagi dan lagi. Ini terlalu liar, karena ini tidak bisa dihentikan, kita tidak bisa menghentikan kereta cepat yang sudah terlanjur bergerak cepat.
Ini sudah akhir tahun, tanpa kami benar-benar sadar, kami telah melalui banyak hal, membuat bisnis dari ide baru setiap bulannya. Lalu apa lagi yang akan dibuat nanti? atau ini adalah ide terakhir dan cukup ini saja yang terakhir?
Terakhir yang paling baru adalah kami membuat media, tapi bulan sebelumnya kami buat yang lainnya, sehingga kami berpikir ini sudah terlalu banyak. Sudah waktunya, masing-masing hidup sendiri-sendiri, menemukan sustainable prosesnya, bukan lagi bergerak sebagai ide, tapi bergerak sebagai sebuah solusi untuk siapa? dan akhirnya untuk membuat bisnis itu berkelanjutan, butuh sebuah cash flow bukan? masing-masing harus mempunyai cash flow sendiri, agar memastikan semua bisnis menjadi sehat dan hidup lebih lamam. Bagaimana caranya? mereka harus tahu bagaimana menemukan customer mereka..
Dan, babak baru dimulai..





